Translate

Jumat, 08 Mei 2020

DYA ADALAH AISYAH

Karya : KGS NOVRIYADI
DYA ADALAH AISYAH

Seluruh dunia memperingatkannya,
Untuk jangan pergi kesana.
Ada mahkluk yang bersembunyi.
Ada sesuatu yang merayap.
Ada sosok iblis bermuka beda bermata satu.
Tak hanya itu,
Di gurun es tipis, Di gurun pasir.
Itu memberitahukannya, Untuk tak perlu khawatir.

Dan sesaat kamu telah aman dalam kendaliku.
Diamlah sejenak.
Fikiranmu tak dapat melihat secara luas pada sesuatu yang tak nampak.
Semua keburukan itu ditahan untuk mencegah sumber kerusakan.
Lalu pecah.
Pegang tanganku, Mari pergi bersama.

Sapi dan dombaku kebingungan.
Ketika mereka hampir saja dicuri.
Mereka bercerita padaku tentang kehebatannya.
Untuk tidak memilih teman baru (Pencuri) selain aku.
Aku tertawa, Aku tertawa.
Begitu indahnya uraian kata hewanku.
Untuk membuatnya agar aku percaya.

Dan peganglah tanganku.
Jangan pergi dan temani aku.
Aku belum selesai menulis.
Sebentar saja.
Untuk aku melihat tanda dan mendapatkan petunjuk yang baru.
Jangan pergi dan temani aku.
Aku sendiri.
Disini bersama pena tintaku.
Buku-buku tersusun sederhana.

Dan percayalah.
Aku disini sendiri.
Aku tidak sedang membohongimu.
Apalagi membodohimu.
Dan percayalah, Tidak engkau rasakan sesuatu yang menyedihkanmu.
Di senja sore diatas perahu.
Aku mengayuh ke tepian.
Mungkin kutemukan dirimu sedang mencari tumpangan.

Aku ditengah di semua Negara dunia.
Dan kami saat itu sedang bersama.
Saling berpegangan tangan erat.
Kami saling berharap.
Sesaat mata kami terpejam.
Sesaat kami membuka mata bersama.
Kami ingin semua keburukan sirna.
Menjadi terang benderang bercahaya hidup, Menyala.

Senin, 04 Mei 2020

WAKTU

                                                    WAKTU        


Kamu dan segala kisah
Berbaris membingkai setiap hariku
Aku sangat merindukan seseorang dihidupku

Waktu berlalu begitu cepat
Hingga kita lupa
Kesibukan
Kamu dan segala kisah
Ditinggalkan orang dicintai
Semakin jauh
Terpisah-pisah
Surat dan suaramu
Tersimpan dalam memo

Aku bukan sedang belajar mencintaimu
Aku sedang memahami kehidupanku
Ini bukan jawaban mengapa kita harus berpisah

Dia sadar kalau dia kehilangan
Dia berjalan di keramaian, mencari.
Berlari lalu berteriak
Dia berteriak lebih keras
Apakah ada seseorang diluar sana?
Tolong bantulah aku
Temukan aku dengannya

Dia memastikan dan berteriak kembali
Tolong bantulah aku
Kini aku kesepian
Aku tak bisa hidup tanpanya

Maafkan aku
Karena disisimu aku menyadari bahwa aku bukan siapa-siapa
Dan kamu bosan berkelahi dan berperang sia-sia
Kita dapatkan hari dan sering tidak menyenangkan
Aku menerima kesalahanku, Aku juga manusia
Dan kamu melihat,
Kamu melihat,
Aku melakukannya karena Aku mencintaimu.

Karya : KGS NOVRIYADI

Senin, 27 April 2020

JIWA KALA TERTIMPA MUSIBAH DAN KESEHATAN


                                     JIWA KALA TERTIMPA MUSIBAH DAN KESEHATAN

Jiwa manusia hanya berada pada dua kondisi, yaitu Keselamatan dan Musibah. Bila jiwa tertimpa musibah, ia akan gelisah, mengeluh, penuh benci, berpaling, berprasangka buruk kepada Allah, tidak bersabar, tidak ridha, dan tidak berjalan sesuai ajaran-Nya dan Nabi-Nya. Bahkan, menjadi tidak santun, syirik kepada Allah, dan bergantung pada sebab.
Bila jiwa dalam kondisi sehat, ia akan tamak, ingkar, dan menuruti syahwat dan kenikmatan. Bila suatu syahwat meliputi jiwa ini, ia akan mencari syahwat lainnya. Bagi jiwa yang sehat, nikmat makanan, minuman, pakaian, wanita, dan kendaraan hanya bernilai rendah. Setiap kenikmatan itu bernilai rendah dan penuh kekurangan. Jiwa ini akan mencari kenikmatan termulia dan tertinggi yang belum terbagi dan membiarkan kenikmatan rendahan yang sudah terbagi.
                Karena itu, Jiwa ini mau mengarungi derasnya air bah dan mengarungi segala hambatan meski harus merasakan lelah yang tak berkesudahan dan tiada akhir di dunia ini, Bahkan hingga akhirat. Bila jiwa ini tertimpa musibah, ia hanya mengharapkan dapat mengetahui rahasia di balik musibah itu, melupakan segala kenikmatan, keinginan, dan kelezatan. Ia tidak meminta apa pun dari dunia.
                Namun, Setelah musibah itu pergi, ia kembali ceroboh, tamak, angkuh, dan enggan taat kepada Tuhannya. Bahkan terjerembab ke dalam kemaksiatan, melupakan musibah dan malapetaka yang pernah dialaminya serta pertolongan Allah SWT kepadanya dari celaka. Seandainya jiwa ini bersikap santun ketika rahasia musibah tersingkap, tetap taat, bersyukur, dan ridha dengan pemberian-Nya, niscaya itu lebih baik baginya di dunia maupun di akhirat. Dengan itu, Jiwa ini akan mendapatkan tambahan nikmat, kesehatan, dan keridhaan Allah.
                Oleh karena itu, Siapa saja menginginkan keselamatan dunia dan akhirat, Dia harus bersabar, ridha, tidak mengeluh kepada mahkluk, mengadukan segala kebutuhan kepada Allah, senantiasa taat, menanti kemudahan dari-Nya serta tetap tertuju kepada-Nya. Sebab Allah adalah yang terbaik dari selain-Nya dan dari seluruh mahkluk-Nya. Penahanan-Nya adalah Anugerah. Siksaan-Nya adalah Nikmat-Nya. Ujian-Nya adalah Obat-Nya. Janji-Nya adalah Pemenuhan-Nya. Firman-Nya adalah Perbuatan-Nya. Semua perbuatan-Nya pasti baik, bijak, dan mengandung maslahat. Karena Dia yang mengetahui kemaslahatan para hamba-Nya, dan hanya Dia yang tahu.
                Intinya, Sikap yang paling utama dan paling layak adalah ridha, berserah diri, dan hanya menghambakan diri dengan cara menjalankan perintah, meninggalkan larangan, dan menerima takdir-Nya. Tidak perlu bertanya mengapa, bagaimana, dan kapan.

Sabtu, 18 April 2020

SENJA



KARYA : Kgs NovRIyadi

Senja,
Menghitam ufuk matahari pergi.
Tak terlihat ruas kebumi.
Terbang di skenario tugas.
German.
German.

Pernah termimpi aku diatas awan.
Pulas tidur kelam kedinginan.
Sepi,
Sepi dan sendiri aku benci.
Jauh sebelum masa hilang.
Signal tak terlukis wajah kekasih.
Lara berombak mengintai kehidupan.

Rasa menjerit menjepit kepalaku.
Mencubit tak terasa.
Tertampar tak berbekas.
Berkelana jauh rasa aku ingin bingar.
Enyah saja kau ikat.
Sesak duri dalam imaginasi.
Senyum hilang menabur luka.
Pergi si Widuri bulan.
Kembang layu aroma tak sedap.
Menutup pintu mata di batas bayangan.

Berlari.
Duduk menyepi berbicara.
Torabika susu dan gula.
Jaka hilang berbaring.
Sang putra tak berhenti bermimpi indah.

Selasa, 07 April 2020

Kisah Siapa?

Karya : KGS NOVRIYADI 

"KISAH SIAPA ?"

Hujan turun sangat deras.
Seakan telinga dipanggil gemuruhnya.
Melihat keluar jendela.
Kiranya engkau mengingatnya.
Engkau lupa.

Malam itu tidak ada penghalang cermin.
Hanya tentang,
Wajah yang lelah.
Menjauhi semua mimpi,
Lalu menghilang.
Tidak ada lagi suara kucing pun berkelahi.
Sepi,
Sunyi,
Bertitik suara air turun ke bumi.
Gemerincing jatuh dari pelipur langit.

Sekali lagi, Aku melihat keluar jendela.
Sungguh,
Ini hanya halusinasi kerinduanku saja.

Aku melihatmu.
Aku mendengar suaramu bernyanyi.
Merdu.
Dan untuk pertama kalinya.
Senyummu tidak sengaja tertatap.

Terciptalah pelangi.
Kesadaran pun menasehati.
Ini hanya sebentar.
Sebentar lagi kamu akan sering.
Seringkali pergi.
Sibuk.

Tidak sengaja tertulis.
Kisah siapa?
Imajinasi belum terjawab.
Teka-teki si perempuan manis.
Bermimpi setiap hari.

Suaramu,
Seperti ibu menidurkan bayinya.
Sayup, Sayup.
Membawaku jauh dari dunia.

Tertiba-tiba.
Malam terlupa pagi pun berubah.
Pagi itu,
Entah siapa dari kita yang paling sibuk.

Sabtu, 21 Maret 2020

MASA KECILKU

MASA KECILKU

Perantauan 1998, masa kecilku telah berjuang untuk keluar dari sesak nafas selama 7 Tahun.

Terlahir ke dunia di Palembang pada tahun 1992 menjadi harapan besarku untuk tetap bertahan hidup.

Kebiasaanku setiap hari ke SD 77 Desa Tanjung Raja kecamatan Muara Enim menempuh jarak sekitar 75 KM dengan berjalan kaki. Sehingga lebih sering sepatuku mengalami kekalahan karena panasnya matahari.

Hutan menjadi satu-satunya jalan pintas ketika pulang kerumah. Terkadang hutan menjadi bagian penting tentang buah-buahan disaat perutku terasa lapar.

Banyak hal tentang kehidupanku yang mungkin sangat ingin kamu mengetahuinya.

Disini, Waktu kita hanya sedikit.
Mungkin kamu bisa menggunakan waktu luangmu supaya aku dapat mendengarkan cerita tentang masa kecilmu.

KARYAKU
~ KGS NOVRIYADI 🇲🇨🙏🇲🇨